Kadang kita cuma melihat hal-hal yang ingin kita lihat. Atau mendengar hal-hal yang ingin kita dengar. Tanpa memperdulikan hal-hal yang seharusnya kita lihat dan dengar. Kalau sudah begitu, ngga bisa menyalahkan orang lain. Marahlah pada dirimu sendiri. Membayangkan itu mudah, dan menyenangkan. Tapi saat menghadapi kenyataannya, mungkin kamu akan lebih memilih kembali tidur saja. Karena, yang membuat kenyataan dan harapanmu berbeda, adalah ekspektasi kita sendiri, hasil mengelak dari hal-hal yang harusnya kita dengar dan lihat. Sama ketika sedang sakit, berharap anti nyeri bisa meredakan sakitnya, supaya ngga perlu pergi ke dokter. Padahal, yang kamu butuhkan perawatannya, bukan menghilangkan rasa sakit sementara. Jadi, hadapi. Seseram apapun suara bur gigi. Semenakutkan apapun jarum suntik. Setidak nyaman apapun bangsal rumah sakit. Sebelum terlambat.
Komentar
Posting Komentar