/tired/
Kapan hari waktu ngantri obat, aku lihat petugasnya bicara dengan nada tinggi (cenderung ngomel) ke seorang pasien. Bapak-bapak tua yang ambil obat lebih cepat dari waktu yang seharusnya, dan agak ngotot. Seharusnya belum bisa dilayani karena prosedur BPJS nya seperti itu, tapi si bapak agak maksa. Jadilah si petugas emosi.
"Walopun gitu, si pasien kan sudah tua. Ngga seharusnya begitu ke orangtua.."
Pandanganku ke si petugas seolah ngomong kaya gitu. Tapi kemudian, ternyata, si petugas harus melayani sekitar 4-5 orang yang kasusnya sama, mengambil obat sebelum antrianku dipanggil......
"Awrite... dia capek.." batinku.
***
Kapan hari aku naik taksi online, karena sedang ada promo dari providernya. Dengan harga murah yang ngga wajar, sebenernya agak miris juga. Tapi beberapa teman selalu meyakinkan kalau si driver tetap mendapatkan bayaran sesuai dengan tarif aslinya (tanpa potongan promo).
"Ini mau ke TP berapa?" Tanya drivernya.
Kemudian menyetir dengan ugal-ugalan. Berkali-kali mengecapkan mulutnya.
"Ini kalo turun di TP 4 aja ngga mau, ya?" Tanyanya. Mungkin kalau turun di TP 1 akan macet... well.
"Promo ya mba?" Adalah kalimay terakhir yang diucapkan sebelum aku turun.
Beberapa kali, aku mendapatkan driver yang agak tidak ramah ketika menggunakan promo.. ngga tau sih pengaruh apa engga, bisa jadi lagi sial aja, dapat yang attitudenya begitu...
***
Kita semua capek,
Lalu apakah jadi pembenaran untuk berkata buruk pada orang lain?
Untuk bertindak semena-mena pada orang lain?
Untuk bersikap tidak baik pada orang lain?
Untuk jadi marah-marah ata kesal ke orang lain?
(Kata orang yang kemarin abis ngamuk-ngamuk pas diskusi gara-gara overpressure dan capek... ☹)
***
Bukan karena dia pasien bpjs,
Bukan karena dia penumpang dengan vocer promo~
Bukan karena dia pernah salah padamu...
***
Karena yang capek kamu,
Ngga fair dong, kalau marahnya ke orang yang ngga tahu.......
"Walopun gitu, si pasien kan sudah tua. Ngga seharusnya begitu ke orangtua.."
Pandanganku ke si petugas seolah ngomong kaya gitu. Tapi kemudian, ternyata, si petugas harus melayani sekitar 4-5 orang yang kasusnya sama, mengambil obat sebelum antrianku dipanggil......
"Awrite... dia capek.." batinku.
***
Kapan hari aku naik taksi online, karena sedang ada promo dari providernya. Dengan harga murah yang ngga wajar, sebenernya agak miris juga. Tapi beberapa teman selalu meyakinkan kalau si driver tetap mendapatkan bayaran sesuai dengan tarif aslinya (tanpa potongan promo).
"Ini mau ke TP berapa?" Tanya drivernya.
Kemudian menyetir dengan ugal-ugalan. Berkali-kali mengecapkan mulutnya.
"Ini kalo turun di TP 4 aja ngga mau, ya?" Tanyanya. Mungkin kalau turun di TP 1 akan macet... well.
"Promo ya mba?" Adalah kalimay terakhir yang diucapkan sebelum aku turun.
Beberapa kali, aku mendapatkan driver yang agak tidak ramah ketika menggunakan promo.. ngga tau sih pengaruh apa engga, bisa jadi lagi sial aja, dapat yang attitudenya begitu...
***
Kita semua capek,
Lalu apakah jadi pembenaran untuk berkata buruk pada orang lain?
Untuk bertindak semena-mena pada orang lain?
Untuk bersikap tidak baik pada orang lain?
Untuk jadi marah-marah ata kesal ke orang lain?
(Kata orang yang kemarin abis ngamuk-ngamuk pas diskusi gara-gara overpressure dan capek... ☹)
***
Bukan karena dia pasien bpjs,
Bukan karena dia penumpang dengan vocer promo~
Bukan karena dia pernah salah padamu...
***
Karena yang capek kamu,
Ngga fair dong, kalau marahnya ke orang yang ngga tahu.......
Komentar
Posting Komentar