Egois

Belakangan aku jadi orang yang egois.........
Terang-terangan menolak dikasih tugas tambahan karena udah pegang tugas di kerjaan lain.
Terang-terangan bilang kalo mending mengerjakan tugas sendiri daripada harus sekelompok sama salah satu teman (wkwkw sumpah ini parah sih. Ngga nyangka aku bisa kaya gini).
Terang-terangan mengabaikan hal-hal yang lagi ngga pingin kulakuin, atau kuomongin, dan lainnya..

Semakin bertambah usia, aku tuh semakin mikir. Hal yang kita anggap egois, bukankah sebenarnya manusiawi untuk merasa kaya gitu? Kita cuma memikirkan diri sendiri, dan memilih untuk senang. Atau senggaknya, memilih untuk ngga 'mbatin' waktu kerja. Iya kaan? Manusiawi kan? Dimana waktu sekolah dulu, banyak juga teman-teman yang seperti itu. Aku heran kenapa dulu aku ngga bisa sejujur ini ya dalam bekerja...

Sesungguhnya aku ngga merasa menyesal udah melakukan hal-hal egois itu, karena I put my self before everything. Aku menghindari suasana toxic, yang bikin tertekan sendiri.

Tapi yang bikin kepikiran adalah, gimana kalau dari sikapku yang kaya gitu, malah menyakiti oranglain?
Aku ngga masalah dengan semua yang datang ke diriku sendiri, misalnya ada yang ngga suka, terus ngomongin di belakang. Ngga apa-apa, sungguh. Tapi kalau sampai sikapku menyakiti hati oranglain... itu yang bikin ngga tenang, dan ada rasa penyesalan sedikit.

Gara-gara tragedi ke-egoisanku, sekarang aku bisa berpikir lebih jernih dan bijak sebelum ngomong, bertindak, atau memutuskan sesuatu. Gimanapun, manusia kan makhluk sosial ya. Hakikatnya bersosialisasi. Walaupun semakin kesini, circle nya makin sempit.

Maafkan aku ya! :")

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sore-sore

Mengelola Ekspektasi

Learning Day 9