That is why...
Beberapa hari yang lalu aku sempat ngobrol-ngobrol sama Tante Reni soal penerimaan mahasiswa baru program studi Magister Administrasi Kebijakan Kesehatan, yang Tante Reni awalnya pengan masuk jadi mahasiswa bareng aku :") Kami ngobrol agak panjang (lewat chat), tentang pro-kontra wanita yang punya pendidikan tinggi, dan apa sih sebenarnya yang dicari sama wanita-wanita ini, termasuk aku yang sampai sekarang masih semangat sekolah. Atau lebih tepatnya, ngga tau harus ngapain lagi selain sekolah.........
Kami berhenti di kalimat "Supaya bisa jadi ibu yang cerdas untuk anak-anak," dan "Apapun yang sedang kami usahakan sekarang, adalah untuk masa depan anak-anak kami".
Aku kasih tanda titik, karena kami berdua setuju dengan kalimat di atas. Untuk Tante Reni yang udah punya anak, kalimat itu bener-bener relate. Untuk aku yang kerja di bidang Edukasi, Upaya Promotif dan Pencegahan Kesehatan, juga sangat relate. Ibu, sebagai salah satu yang berperan aktif terhadap anaknya, punya peranan penting terhadap perkembangan pola pikir, atau point of view yang dimiliki anaknya. Aku pun merasa begitu kok...
Berita-berita yang muncul di media massa akhir-akhir ini banyak tentang kasus anak gugat orangtua tentang harta, atau sebaliknya. Tapi banyakan anak sih.... Semoga aku ngga termasuk dalam golongan anak yang seperti itu ya :"( Tapi, entahlah, mungkin sekitar 89% aku ngga punya pemikiran akan menagih warisan atau berdebat soal harta yang bukan milikku, tapi secara agama dan legal adalah hakku. Di satu sisi, kondisi ekonomi sebagian besar orang memang sedang susah di masa pandemi ini. Tapi sekali lagi semoga... aku ngga termasuk dalam golongan anak-anak yang meributkan harta orangtuanya kelak....... Aamiin ya Rabbal alamin.....
Kembali ke perbincangan, kami berdua setuju, kalau banyak faktor yang mempengaruhi pola pikir dan perkembangan anak. Sebagai orang yang paling dekat dengan anak, ibu atau pengasuh punya peran dan pengaruh terbesar. Ada pepatah mengatakan, bagaimana kamu tumbuh dan bersikap saat remaja, mencerminkan bagaimana orangtua mu membesarkanmu. Jadi saat remaja, sikap kita adalah tanggung jawab orangtua. Bagaimana mereka mendidik kita, bagaimana mereka berperilaku di depan kita, bagaimana cara mereka bicara, mendengarkan, semua hal itu terekam di memori kita sejak kecil.
Selain perebutan harta, meninjau ke anak yang masih remaja, banyak kasus seperti penggunaan narkoba, pergaulan bebas, depresi, dan lain-lain yang banyak ditemui. Bahkan di era milenial ini angkanya meningkat. Bisa karena pengaruh sosial media, bisa karena tekanan hidup lebih tinggi, atau memang yang dulu-dulu ngga terpublikasi aja jadi banyak yang ngga tau. Apapun itu, kami berdua berusaha menjabarkan faktor penyebabnya.
"Pernah kepikiran ngga, Ren, kenapa anak-anak sekarang kalau rebel, pasti ada pembenaran dengan kalimat 'tekanan di rumah berat' atau yang lainnya?"
"Iya, misalnya dia di sekolah nakal, alasannya karena orangtua dan aturan rumahnya terlalu strict. Padahal kita dulu jaman SMA juga, strict, ngga pernah keluyuran kemana-mana tapi ngga rebel.."
Jawabannya mungkin multifaktorial, kaya karies gigi.
Ngga bisa sepenuhnya menyalahkan orangtua yang ngga punya pendidikan tinggi, karena buktinya banyak juga anak cerdas, berprestasi, dan baik budi pekerti terlahir dari orangtua yang biasa-biasa aja.
Bukan Doktor, bukan Professor.
Ngga bisa menyalahkan kondisi sosial ekonomi, karena buktinya banyak juga yang terlahir dari keluarga ngga mampu.
Jadi apa penyebabnya? Kami ngga tau...... dan yang bisa kami lakukan sekarang adalah berjuang, supaya anak-anak kami juga bisa merasakan yang kami rasakan saat tumbuh bersama orangtua kami..
Bapak pernah cerita, salah satu motivasi beliau saat bekerja adalah supaya bisa selalu ngajak ibu, aku, sama adikku makan enak di restauran, seperti beliau saat masih muda dan diajak makan di restauran sama eyangku dulu.
Karena kita ngga tau akan menjadi orangtua yang seperti apa nantinya, atau bagaimana anakku akan tumbuh saat besar nanti, yang bisa kami lakukan adalah mengupayakan segala hal, untuk masa depan mereka. Salah satunya adalah dengan menjadi orangtua yang cerdas.................
Aku pingin anakku nanti disiplin berkendara, berhenti di belakang zebra cross, dan ngga pernah menerobos lampu merah. Aku pingin anakku nanti merasa malu kalau buang sampah sembarangan. Aku pingin anakku nanti ngga pernah membeda-bedakan oranglain.
Dan hal ini bisa diupayakan dengan menjadi ibu yang cerdas :")

Komentar
Posting Komentar